Jumat, 19 April 2013

EKONOMETRIKA II (KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN DATA PANEL)

Keunggulan dan Kelemahan Data panel memiliki beberapa keunggulan berikut (Baltagi, 2003:5-7). 1. Data panel mampu mengontrol heterogenitas individual Individu, perusahaan, ataupun daerah bersifat heterogen. Data panel mampu mengontrol varian tempat dan waktu, sedangkan data runtun waktu dan belah silang tidak mampu. Studi berdasar data runtun waktu dan belah silang tidak dapat mengontrol heterogenitas sehingga hasil yang diperoleh bias. 2. Data panel lebih banyak memberikan informasi, variabilitas, derajat kebebasan (degree of freedom) dan mengurangi kolinieritas antar variabel. 3. Data panel lebih mampu untuk mengamati dinamika penyesuaian Estimasi dengan data belah silang dapat mengestimasi kondisi variabel pada saat tertentu. Apabila estimasi belah silang diulang, maka dapat menunjukkan bagaimana kondisi tersebut berubah sepanjang waktu pengamatan. Dengan data panel yang berperspektif panjang, perubahan-perubahan tersebut dapat diamati sehingga kecepatan penyesuaian ekonomi dapat diikuti perkembangannya. 4. Data panel mampu mengidentifikasi dan mengukur dampak yang tidak terdeteksi dalam data runtun waktu dan belah silang murni. 5. Data panel memungkinkan untuk membangun dan menguji model perilaku secara lebih lengkap daripada data runtun waktu dan belah silang murni. Pada model yang mengandung variabel senjang, dapat dilakukan pembatasan dan restriksi yang lebih sedikit. 6. Data panel diperoleh dari unit mikro, seperti individu perusahaan atau rumah tangga. Banyak variabel yang dapat diukur dengan lebih tepat pada tingkatan mikro sehingga bias karena agregasi beberapa perusahaan atau rumah tangga dapat dikurangi. Di samping keunggulan-keunggulan di atas, data panel memiliki beberapa keterbatasan (Baltagi, 2001:7-9). 1. Masalah desain dan pengumpulan data Permasalahan data panel meliputi cakupan populasi yang menjadi obyek penelitian, tanggapan responden akibat kesalahan wawancara, pemisahan responden yang bukan termasuk anggota, kemampuan mengingat masa lalu yang terbatas dan periode yang menjadi acuan. 2. Distorsi kesalahan pengukuran Kesalahan pengukuran dapat terjadi karena kesalahan responden dalam mengingat, kesalahan pencatatan dan kesalahan pada saat wawancara. 3. Masalah pemilihan Kesalahan dalam memilih responden dapat terjadi karena kesalahan peneliti dalam menentukan waktu untuk wawancara sehingga informasi yang diperoleh sedikit. Kesalahan juga dapat timbul akibat kesalahan dalam memilih responden. Masalah lain adalah atribut responden yang mungkin berbeda pada periode observasi yang berbeda. 4. Rentang waktu yang pendek Apabila cakupan rentang waktu data sangat pendek, maka argumen asymtotic karakteristik data panel akan berkurang.

Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar